Prihatin Kondisi TKI, Perusahaan Indonesia Diharap Lakukan Ini
berita
FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando
RILIS.ID, Jakarta— Prihatin melihat kondisi pekerja Indonesia di luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dan Tahir Foundation melakukan penandatanganan atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pilot projek peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.

Dalam sambutannya, CEO Tahir Foundation, Dato Sri Tahir mengatakan, kondisi pekerja Indonesia di luar negeri, terkadang cukup tragis karena diperlakukan majikannya dengan cara yang tidak baik.

"Kita tanda tangani (kerja sama) ini, didasari pemikiran mengenai keberadaan berita-berita negatif tentang pekerja kita di luar negeri, yang menurut saya cukup tragis," katanya di Kantor Kemenaker, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Ia menjelaskan, banyak pekerja Indonesia yang mendapat masalah di luar negeri. Untuk itu, melalui kerja sama Tahir Foundation akan memberikan pelatihan kepada calon pekerja Indonesia. Tujuannya, agar mereka mendapatkan posisi, gaji dan perlakuan layak saat bekerja di luar negeri, dengan kompetensi yang dimilikinya. 

"Saya di luar negeri, banyak bertemu pekerja kita mereka bercerita tentang hidup mereka, menurut saya perlakuan yang mereka terima susah diterima secara rasional," paparnya.

Lebih lanjut, Bos Mayapada Group itu berharap, kerja sama ini bisa diikuti perusahaan lainnya. Ini penting, agar pekerja Indonesia diberlakukan dengan layak karena kemampuannya.

"Mudah-mudahan, kita doakan pekerja Indonesia tidak lagi menjadi pembantu rumah tangga tapi punya pekerjaan yang baik, penghasilan yang baik dan masa depan yang baik. Ini model yang baik agar diikuti oleh perusahaan lain," tandas dia.

Editor:

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari