Anggaran Besar, Kinerja DPRD Tangsel Melempem, Nih Buktinya
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID
RILIS.ID, Tangerang Selatan— Besarnya anggaran yang tersedot untuk program pembentukan Peraturan Daerah (Perda) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menuai kritikan. Bahkan lembaga wakil rakyat itu hanya menelurkan dua perda pada tahun 2018 lalu.

Informasi yang dihimpun Rilis.id, total alokasi anggaran pada program kegiatan pembahasan, fasilitasi legislasi, dan penyusunan risalah rancangan peraturan perundang-undangan di Sekertariat DPRD Tangsel mencapai sekitar Rp 16 miliar pada tahun anggaran 2018. Sementara tahun 2017 Rp 11 miliar lebih.

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK) Gufroni menilai DPRD Tangsel tidak becus dalam melahirkan perda. Menurutnya, alokasi anggaran yang fantasis itu tak diimbangi dengan produk hukum yang dihasilkan para wakil rakyat.


"Tentu kita mempertanyakan kinerja dewan selama ini yang minim prestasi, terutama terkait dengan produk legislasi yang dihasilkan. Bayangkan, tahun 2018 anggota DPRD Kota Tangsel hanya mampu melahirkan dua raperda dengan anggaran yang fantastis sebesar Rp 16 miliar. Tentu saja ini tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan," kata Gufroni, Selasa (12/2/2019).

MAK juga menilai ketidakmampuan DPRD Tangsel dalam melahirkan produk hukum daerah diindikasikan adanya beberapa faktor, sehingga para wakil rakyat yang kini tengah menikmati kursi legislatif dianggap tidak serius dalam melaksanakan fungsi legislasi.

"Kami melihat ketidakmampuan mereka dalam melahirkan perda karena beberapa faktor. Bisa karena memang tidak serius dalam melaksanakan fungsi legislasi sebagaimana mestinya, atau karena kekurangpahaman dalam menyusun raperda karena kita tahu tidak semua anggota dewan itu berlatar belakang hukum," bebernya.

Kondisi serupa ditemukan di Bagian Hukum Sekertariat Daerah Kota Tangsel. Pada program kegiatan lagislasi rancangan, sosialisasi, fasilitasi penyusunan, fasilitasi penyebarluasan, dan pendokumentasian perundang-undangan daerah, menelan dana sebesar Rp 913 juta pada tahun 2018. Sementara tahun 2017 Rp 2,2 miliar. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari