Balitbangtan Sukses Gelar Konferensi Internasional tentang Sistem Informasi Global
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Bali— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional "Boosting the Big Data of Plant with Digital Identifiers" pada 12 dan 13 Juni 2019 di Kuta, Bali.

Kegiatan ini diikuti 32 peserta dari 11 negara yakni Burundi, Bangladesh, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Tanzania, Vietnam, Zambia, dan Indonesia.

Menurut Kepala BB Biogen, Mastur PhD, konferensi internasional ini bertujuan untuk menyebarluaskan sistem informasi global khususnya Digital Object Identifier (DOI) dalam mengelola sumber daya genetik tanaman, konservasi, pertukaran, serta pengetahuan teknis tentang pendaftaran DOI dan pengalaman dalam menerapkan DOI pada sumber daya genetik tanaman.

"Melalui program ini kami bermaksud memberikan beberapa ilustrasi tentang kemajuan terkini sistem informasi global dalam mendukung konservasi dan penggunaan sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian (SDGTPP), khususnya padi," ungkap Mastur.

Peserta dari Bangladesh, Dr. Armin Bhuiya mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat bagi diri maupun instansinya, Bangladesh Rice Research Institute (BRRI). Menurutnya, sistem DOI merupakan hal baru di Bangladesh sehingga diperlukan banyak sharing informasi tentang DOI.

"Saya berharap BRRI bisa menjadi inisiator untuk penerapan DOI dan mensosialisasikannya kepada institusi lain yang mengelola sumber daya genetik," ujar Armin.

Hal senada disampaikan peserta dari Tanzania, Dr Gladness Elibariki. Menurutnya DOI bisa menjadi suatu strategi yang tepat dalam keseragaman informasi karakter sumber daya genetik di dunia, khususnya untuk pertukaran dan penelusuran. Gladness pun berharap agar DOI tidak hanya diterapkan pada tanaman padi, tapi pada jenis tanaman lainnya.

Untuk diketahui, konferensi internasional ini merupakan bagian dari kegiatan inti di bawah proyek BSF-FAO berjudul "Multi-country Construction of A Test Platform for the Development and Allocation of  Unique Identifiers for Rice Germplasm” yang didanai oleh Uni Eropa melalui FAO.

Sumber: Andika Bakti/Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari