Balitbangtan, Unsrat dan Pemda Kerja Sama Kembalikan Kejayaan Kelapa di Sulut
berita
Penandatangan MoU oleh Balitbangtan bersama dengan Unsrat. FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Manado— Kelapa merupakan komoditas unggulan daerah Sulawesi Utara (Sulut). Sebagai tanaman multi manfaat, kelapa dipakai sebagai salah satu ikon pada lambang Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Pemerintah Provinsi Sulut. 

Namun, produksi kelapa di Sulut mengalami penurunan diakibatkan tingginya proporsi tanaman tua yang tidak produktif lagi, alih fungsi lahan, serta serangan hama dan penyakit. Kondisi ini diperparah dengan anjloknya harga kelapa akibat kompetisi harga minyak pangan dunia, produk yang dihasilkan kurang kompetitif di pasar global, minimnya diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi dan relatif sedikit industri kelapa di Sulut.  

Hal tersebut mengemuka saat diskusi antara Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE dan Rektor UNSRAT, Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat, MSc, DEA di Manado. 

Karena itu, Unsrat Manado, Pemda Sulut berkolaborasi dengan Badan Litbang Pertanian untuk mengembalikan kejayaan kelapa di Sulut. Kolaborasi juga terjalin di bidang penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.  

Penandatangan MoU antara UNSRAT dan Badan Litbang Pertanian dilakukan pada acara Sidang senat Terbuka Fakultas Pertanian dalam rangka Dies Natalis Faperta ke-59 Fakultas Pertanian, Unsrat Manado, pada Jumat (17/5/2019).  

Kepala Badan Litbang Pertanian dalam orasi ilmiahnya didepan rektor, dekan, senat dan mahasiswa Faperta Unsrat menyampaikan inovasi teknologi di era Industri 4.0. Sejumlah teknologi Badan Litbang Pertanian antara lain varietas unggul sesuai kebutuhan masyarakat termasuk mendukung pengentasan stunting, alat dan mesin pertanian untuk mendukung pertanian modern, serta paten yang dilisensikan kepada industri agar bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Fadjry menekankan pentingnya kerjasama yang lebih komprehensif meliputi universitas, Badan Litbang dan Pemda, untuk menjamin keberlanjutan kegiatan pengembangan.  

Rektor Unsrat kagum dengan teknologi Badan Litbang Pertanian dan mengajak delapan program studi yang ada di Faperta untuk mendukung pengembangan pertanian termasuk kelapa berbasis inovasi agar perbaikan taraf hidup petani dapat dicapai.  

Dekan Faperta Unsrat, Prof. Ir. Robert Molenaar, MS, PhD juga mengapresiasi kehadiran Badan Litbang Pertanian sebagai institusi negara penghasil teknologi pertanian dalam mendukung program Faperta Unsrat sehingga jejaring kerjasama baik nasional dan internasional sebagai salah satu misi Faperta Unsrat bisa dikembangkan.  

Gubernur Sulut sebagai ketua alumni Faperta Unsrat  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus mengharapkan dukungan Badan Litbang Pertanian dan Unsrat dalam pengembangan kelapa secara berkelanjutan dan berbasis obyek wisata.  Pemerintah Provinsi Sulut akan menyiapkan lahan bagi kegiatan penelitian dan pengembangan kelapa oleh Badan Litbang Pertanian di setiap kabupaten. 

Konektivitas dengan negara-negara lain semakin terbuka, antara lain dengan adanya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado. "Hal ini bisa membuka peluang pengembangan minyak kelapa murni oleh industri kecil rumah tangga, sebagai oleh-oleh yang wajib dibeli oleh turis," pungkas Olly Dondokambey.

Sumber: Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari