BMKG: Musim Kemarau di Sulut Diperkirakan Pada Mei Mendatang
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Manado— Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Minahasa Utara Johan Jaconias Haurissa mengatakan, musim kemarau di Sulawesi Utara (Sulut) diperkirakan berlangsung Mei.

"Memang kalau dianalisasi secara nasional maupun lokal kita berpatokan pada satu keputusan bahwa pola musim di Sulut tidak berubah, hanya terjadi pergeseran waktu," kata Haurissa di Manado, Jumat (29/3).

Artinya, kata dia, ketika waktu musim hujan maju, maka itu akan mempengaruhi waktu datangnya musim kemarau.

Musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada bulan Mei akan terus berlangsung hingga bulan Agustus, dan kemungkinan bulan September akan ditandai dengan musim hujan.

"Puncak musim kemarau di Sulut diperkirakan pada bulan Agustus," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Haurissa, walaupun berada pada musim kemarau, namun masih akan terjadi hujan di sona-sona musim yang ada.

BMKG sendiri memetakan Provinsi Sulut dalam tujuh zona musim (ZOM) yang mewakili daerah di 15 kabupaten dan kota yang ada.

Musim kemarau yang ada di tujuh ZOM tersebut berbeda mulai bulan Mei dasarian III, Juli dasarian I-II, hingga Oktober dasarian II. 


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari