CEO Lippo Group Akan Diperiksa KPK
berita
Ilustrasi KPK. FOTO: RILIS.ID/Dendi Supratman
RILIS.ID, Jakarta— CEO Lippo Group James Riady akan segera dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, nantinya salah satu pria terkaya di Indonesia ini akan dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

"Tadi saya dapat informasi dari tim, nanti direncanakan akan dilakukan proses pemriksaan terhadap sejumlah saksi baik dari pihak Pemprov kalau dibutuhkan, yang terutama tentu dari pihak Pemkab dan pihak Lippo. Termasuk juga rencana pemeriksaan terhadap saksi James Riady," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (20/10/2018).

Febri menyebut memang sejauh ini belum ada jadwal pasti kapan pemeriksaan itu akan dilakukan. Namun saat proses penyidikan dengan para tersangka dalam kasus ini telah dimulai, maka penyidik akan memanggil beberapa saksi yang relevan.

Febri juga menjelaskan bahwa pemeriksaan James Riady dan para saksi lainnya untuk mendalami pertemuan antara pihak Lippo Group, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, serta pihak Pemkab Bekasi dalam membahas proyek Meikarta.

"Kami mendalami pegetahuan yang bersangkutan atau para saksi terkait perkara ini misalnya terkait dengan pertemuan yang kami duga pernah dilakukan oleh saksi-saksi dari pihak Lippo dengan Bupati atau pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara ini," ucap Febri.

Seperti diketahui, tim penyidik KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah James Riady, Kamis 18 Oktober 2018. KPK menduga ada bukti suap proyek Meikarta di rumah James.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat  beberapa orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Kemudian, Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

Bupati Neneng dan sejumlah pihak diduga menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut. Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas.

 

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari