Gawat! Ini Dampak Buruk Revisi Cuti Lebaran
berita
Suasana Mudik. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Dosen Universitas Al-Azhar (UAI) Suparji Ahma, menyayangkan sikap pemerintah yang berencana untuk merevisi cuti tambahan libur Lebaran 2018 selama tiga hari. Menurutnya, akan ada sejumlah dampak negatif bila revisi cuti bersama itu benar-benar dilakukan pemerintah, termasuk dalam sektor ekonomi. 

"Pertama, secara ekonomis dunia wisata, hiburan dan kuliner akan berkurang pendapatannya," kata Suparji kepada rilis.id, Jumat (4/5/2018). 

Secara hubungan sosial, lanjut Suparji, revisi cuti bersama itu juga akan berdampak langsung kepada masyarakat. Hal itu lantaran berkurangnya intensitas bersama keluarga dan kerabat lantaran revisi cuti tersebut. 

"Kemudian secara politik dan hukum, akan menimbulkan keraguan publik terhadap konsistensi kebijakan pemerintah," ujarnya. 

Dia menilai, rencana revisi cuti lebaran itu memperlihatkan ketidakcermatan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Namun, tambahan cuti lebaran yang ditetapkan pemerintah bisa saja telah mengusik para pengusaha di Indonesia. 

"Mungkin karena kekhawatiran berkurangnya produkuvitas para pekerja karena terlalu banyak libur," paparnya. 

Sebelumnya, pemerintah menetapkan keputusan penambahan libur cuti bersama, yakni pada 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018. Adapun libur Idul Fitri sendiri jatuh pada 15-16 Juni 2018. 

Editor: Elvi R


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari