Gorontalo Karnaval Karawo Diyakini Mampu Dongkrak Wisatawan
berita
FOTO: Kemenpar
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi penyelenggaraan Gorontalo Karnaval Karawo 2019. Dia memuji seluruh rangkaian dan keterlibatan masyarakat dalam karnaval yang digelar di depan Rumah Dinas Bupati Gorontalo tersebut pada Minggu (6/10/2019).

Menpar Arief juga memuji komitmen Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang telah merencanakan secara matang pelaksanaaan 54 even pada 2020. Nantinya, kegiatan tersebut akan menjadi even tahunan yang bisa saja terus bertambah. 

“Saran saya adalah perhatian dan anggaran harus dilakukan pada dua hal yakni persiapan acara serta promosi. Acara yang bagus akan bisa mendatangkan banyak pengunjung jika promosi yang dilakukan juga bagus. Saya yakin, Gorontalo akan mendapat lebih banyak wisatawan dengan diselenggarakannya karnaval semacam ini, apalagi tahun depan akan ada 54 event pariwisata. Saya berpesan agar promosinya dilakukan secara besar-besaran,” kata Menpar Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019). 

Gorontalo Karnaval Karawo 2019 sebagai even tahunan daerah Gorontalo menjadi wadah yang menyatukan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat keunikan kain Karawo sebagai wastra khas daerah tersebut.
 
Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang diselenggarakan di sepanjang jalan utama yakni Jalan Sultan Hassanudin dan sekitarnya tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-9 kalinya dan dua tahun terakhir masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata. 

"Tahun ini, Gorontalo Karnaval Karawo mengangkat tema wonderfull Celebes,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Budi Widi Hartanto, sebagai pihak inisiator penyelenggara pada pembukaan acara tersebut. 

Pada acara puncak, ratusan masyarakat yang datang berbagai elemen bersatu untuk mengadakan karnaval. Rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo telah dilaksanakan sejak 2 hingga 6 Oktober 2019.

Acara yang telah dilaksanakan yakni Mo Karawo Design Training, Karawo Fashion Contest, Mo Karawo Tradisional Handmade, Gorontalo Culinary Expo, Celebes Tourism Meeting, serta Gorontalo Karnaval Karawo.
 
“Gorontalo Karnaval Karawo dilaksanakan untuk melestarikan kain Karawo agar keberadannya terus mendapat perhatian masyarakat. Pada awal tahun 2000-an, nama kain Karawo sudah hampir tidak terdengar. Lalu sejak 2019, dengan diinisiasi oleh pemda setempat dan didukung oleh Bank Indonesia, diadakanlah Karnaval Karawo. Sejak saat itu, kain Karawo mulai banyak digunakan,” katanya.

Dia menambahkan, momentum itulah yang menggerakkan berbagai perubahan yang dilakukan para perajin, mulai dari peningkatan kualitas bahan, penambahan jumlah model, hingga perubahan cara pemasaran. 

Selain itu, keberadaan Gorontalo Karnaval Karawo diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat melalui pariwisata. Saat ini, capaian sumbangan sektor pariwisata terhadap PDB Gorontalo mencapai 3,5 persen.

Pada 2019, kain Karawo telah memiliki daya pikatnya tersendiri. Berbagai usaha produksi serta pemasaran yang dilakukan para pengrajin kain mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN di Gorontalo.

Perkembangan inilah yang kemudian menginspirasi pemda untuk menjadikan Karnaval Karawo sebagai agenda tahunan. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai promosi pariwisata.

Meski melalui banyak tantangan, Gorontalo terus memperbaiki atraksi, amenitas, dan aksesibilitas pendukung pariwisata. Tujuannya, selain mendatangkan wisatawan juga agar masyarakat Gorontalo bangga dengan daerahnya. 

“Selain itu, kami juga melaksanakan saran Menteri Pariwisata untuk membentuk komunitas yang dapat menciptakan masyarakat pariwisata. Dari situ, kita bisa melakukan banyak pengembangan wisata hingga promosi daerah dengan melibatkan masyarakat,” kata Idris. 


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Wisata





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari