Hati-hati! BMKG Sebut Gelombang Tinggi Perairan Maluku Capai 5 Meter
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Ternate— Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Kelas I Babullah Ternate, mengimbau masyarakat Maluku Utara yang akan berpergian melalui jalur laut untuk berhati-hati, menyusul tingginya gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 5 meter.

Prakirawan Cuaca BMKG Kelas I Babullah Ternate, Fahmi Bachadar mengatakan, tingginya gelombang laut ini ini dikarenakan adanya pengumpulan awan di sekitaran wilayah Maluku Utara hingga berdampak pada kondisi cuaca berpotensi terjadi petir dan angin kencang.

Selain itu, dari hasil analisis kondisi cuaca dua hari kemarin sampai hari ini masih hujan, khususnya di wilayah Utara Halmahera yakni wilayah Morotai, Halmahera Utara, Tobelo, Galela, Loloda Utara hingga Loloda Selatan.

"Kondisi angin kencang sendiri diprediksi berkisar 30 knot atau 60 kilometer per jam yang bisa berdampak pada ketinggian gelombang mencapai hingga 5 meter," ujarnya.

Dia mengatakan, di perairan Malut ketinggian gelombang mencapai 5 meter, tapi masih dalam perkiraan cuaca yang berpotensi di Samudera Utara Pasifik di Halmahera bagian utara dan barat.

Oleh karena itu, Fahmi Bachadar mengimbau, masyarakat yang berada di wilayah tersebut agar berhati-hati dengan kondisi laut yang masih buruk, baik itu transportasi antarpulau maupun kegiatan-kegiatan lain berkaitan dengan laut.

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas} Ternate melaporkan, akibat cuaca buruk, perahu KM Berkat yang melayani rute Pulau Hiri-Batang Dua, dengan empat orang bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1 ton mengalami hilang kontak.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad mengatakan adanya laporan dari keluarga korban bahwa KM Berkat rute Pulau Hiri - Batang Dua dengan 4 orang masing-masing Beron Lette (38 tahun), Aser Lette (36 tahun), Minggus Rajalahu (45 tahun), Arfen Lette (9 tahun) dengan bermuatan BBM hilang kontak dan tidak kunjung tiba di Pulau Batang Dua.

Bahkan, perahu tersebut tidak memiliki Global Positioning System (GPS) maupun alat komunikasi radio yang bertolak dari Hiri sejak Sabtu (26/1) pukul 12.00 WIT.

Ketika KM Berkat bertolak dari Ternate menuju Batang Dua dihadang cuaca buruk, sehingga perahu tersebut berlindung di Pulau Hiri dan bermalam dan pada Minggu (27/1) pukul 05.00 WIT.

KM Berkat memutuskan untuk kembali melanjutkan pelayaran dari Pulau Hiri menuju Batang Dua dengan estimasi tiba di Batang Dua pada pukul 12.00 WIT, namun hingga pagi ini tidak kunjung sandar di Pelabuhan Batang Dua.

Sumber: ANTARA


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari