Hemat Air Sawah dengan Teknologi AWD 
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Berbicara tentang sawah, pasti akan terbayang hijaunya hamparan tanaman padi dengan gemericik air yang mengalir dari saluran irigasi menggenangi petak-petak sawah petani.

Saat ini, budidaya padi tidak terlepas dari kebutuhan akan air, namun ketersediaan air mengalami penurunan, salah satunya karena adanya kompetisi kebutuhan air untuk perumahan dan industri.

Tentu saja hal ini akan menjadi ancaman bagi ketersediaan pangan yang berkelanjutan, terlebih lagi praktek pengelolaan air di sawah di tingkat petani adalah dengan melakukan penggenangan secara terus-menerus. 

Oleh karena itu, BPTP Balitbangtan Yogyakarta bersama BPP memberikan perhatian besar pada petani Kalibawang di Kabupaten Kulon Progo, Jogjakarta dalam pengelolaan air irigasinya.

Selasa (16/10/2018), anggota kelompok tani Ngudi Santosa diberikan pelatihan tentang penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau PBK (pengairan basah kering).

Hal penting lainnya dalam pelatihan ini adalah bahwa beberapa peserta pelatihan merupakan mahasiswa pertanian dari Politeknik Pertanian Payakumbuh yang diharapkan mampu menjadi generasi muda pertanian yang menguasai teknik pengelolaan pengairan padi sawah yang hemat untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan sumber daya air. 

Teknologi ini merupakan salah satu teknologi untuk menghemat penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas tanaman padi.

Data dari Balai Besar Penelitian Padi, teknologi AWD telah diadaptasi oleh Negara-negara penghasil padi seperti Cina, India dan Philipina. 

Prinsip AWD adalah melakukan pemantauan kedalaman air di bawah permukaan tanah menggunakan alat bantu berupa pipa.

Setelah sawah digenangi, maka di hari berikutnya akan terjadi penurunan kedalaman air secara bertahap.

Pada saat kedalaman air mencapai 15 centimeter di bawah permukaan tanah sawah, maka lahan sawah kembali digenangi sampai ketinggian sekitar 3 hingga 5 centimeter, disesuaikan tinggi tanaman pada fase pertumbuhannya.

Tanaman padi masih mampu menyerap air dari zona perakaran hingga kedalaman air 15 centimeter tersebut.

Teknologi AWD ini diterapkan mulai saat tiga minggu setelah tanam.

Sebagai catatan penting, saat masa berbunga, pengairan AWD ini dihentikan sementara selama seminggu sebelum berbunga sampai dengan seminggu setelah berbunga.

Selanjutnya, AWD diterapkan kembali hingga menjelang panen.

Sumber: Arlyna BP

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari