Indonesia Bersama Malaysia-Filipina Bentuk Pasukan Darat untuk Tindak Terorisme
berita
FOTO: Biro Humas Kemhan
RILIS.ID, Jakarta— Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu berkesempatan menghadiri acara trilateral meeting antara Indonesia-Malaysia-Filipina di sela acara Shangri-La Dialogue ke-18 di Singapura, Minggu (2/6/2019). 

Dalam triateral meeting itu, Indonesia, Filipina, dan Malaysia sepakat membentuk pasukan darat untuk menindak terorisme. Hal ini merupakan peningkatan setelah sebelumnya ada kerja sama patroli terkoordinasi untuk menanggulangi terorisme di Laut Sulu, Filipina.

Langkah untuk membentuk pasukan darat untuk menindak terorisme itu diawali dengan latihan bersama pasukan darat dan intelijen. Rencana jangka panjang ketiga negara adalah menerjunkan pasukan gabungan trilateral di Filipina.

Sebelumnya, Menhan Ryamizard Ryacudu menyampaikan pandangannya di hadapan negara-negara ASEAN plus peserta IISS Shangri-La Dialogue ke-18 di Singapura, Minggu (2/6/2019).

Menurut Ryamizard, Shangri-La Dialog merupakan forum pertemuan yang sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan dialog interaktif yang produktif untuk menghadapi tantangan yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan di kawasan.

Hal itu lantaran kawasan ASEAN sebagai poros maritim strategis di kawasan Indo Pasifik dan juga sebagai lalu lintas perdagangan intenasional dari barat ke timur dan utara ke selatan.

Menhan Ryamizard menilai kunci dari persatuan ASEAN adalah kesamaan cara pandang atas nilai-nilai dasar yang berisi ketulusan, kejujuran, saling mengutamakan kepentingan sesamanya, keterbukaan dan transparansi demi terwujudnya tujuan bersama.

"Tujuan bersama tersebut yaitu kesejahteraan, perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan yang menjadi rumah kita bersama," ujar Menhan Ryamizard dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/6/2019). 

"ASEAN adalah sebuah konsep luas dan ASEAN adalah kunci stabilitas kawasan Indo Pasifik. Di dalam ASEAN kita terus mencari dan memperbesar persamaan dan mengecilkan perbedaan," sambungnya. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengungkapkan, ASEAN telah membuktikan identitasnya sebagai komunitas yang inklusif yang ingin mengajak semua pihak agar bersatu.

Dia menuturkan, inti dari persatuan adalah adanya kesamaan yang tulus untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di kawasan yang didasarkan pada kepercayaan. Untuk menjaga kepercayaan, menurutnya, maka dibutuhkan keterbukaan dan transparansi yang dilandasi pada ketulusan menjadi sebuah keutamaan didalam karakter komunitas ASEAN dan ASEAN Plus. 

Menhan Ryamizard juga mengajak seluruh delegasi peserta Shangri-La Dialogue ke-18 untuk bersatu dan menjaga keajaiban ASEAN sebagai modal utama untuk menjamin stabilitas dan ketahanan kawasan.

"Dengan membangun persatuan dan kerja sama kawasan dengan konsep satu visi, satu identitas dan satu komunitas," tandasnya. 


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari