Indonesia-Columbia Kembali Bahas Kerja Sama di Bidang Pertanian
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar acara the 3rd Expert Group Meeting on Agriculture dengan Pemerintah Colombia pada 13-14 November 2019 di Medan, Sumatera Utara. Pada pertemuan ini telah disepakati sejumlah hal yang akan diimplementasikan bersama terkait riset, pertukaran ahli dan material tanaman, transfer teknologi, publikasi, serta perdagangan untuk komoditas kelapa sawit, kakao, kopi, daging sapi, dan bunga krisan. 

Delegasi Republik Indonesia (Delri) diketuai oleh Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementan dengan anggota Delri berasal dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, institusi terkait lingkup Kementan dan PT Riset Perkebunan Nusantara, serta perwakilan Pemerintah Daerah. Sementara itu, delegasi Kolumbia dipimpin langsung oleh Duta Besar (Dubes) Kolumbia untuk Indonesia, yang didampingi Manajer Inovasi Jejaring Riset Columbian Agricultural Research Corporation (AGROSAVIA) dan Direktur Teknis Karantina the Columbian Agricultural Institute.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas kembali potensi pengembangan dan implementasi kerja sama Indonesia dan Kolumbia di bidang Pertanian yang telah diinisiasi sebelumnya”, ungkap Dr. Ade Candradijaya selaku Ketua Delri.

Menanggapi keinginan Kolumbia untuk mengekspor daging sapi ke Indonesia, Ade menuturkan “semua persyaratan harus dipenuhi dulu dan tentunya harga harus kompetitif”. 

Delegasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yang diwakili Hoerudin, PhD, dalam pertemuan menawarkan kerja sama riset, pertukaran ahli dan material tanaman, transfer teknologi serta publikasi bersama untuk peningkatan produktivitas, nilai tambah, daya saing, serta positive branding produk kelapa sawit, kakao, kopi dan tebu dari kedua negara. 

Di antara kerja sama riset yang disepakati terkait penciptaan varietas bkakao dan kopi dengan produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penyakit, dan toleran kekeringan. Khusus kopi, Balitbangtan juga mengharapkan bpertukaran varietas Caturra (kerdil) dan Geisha (aroma dan rasa enak) dari Kolumbia. Untuk meningkatkan daya saing minyak sawit, Balitbangtan juga mengusulkan kerja sama riset teknologi deteksi cepat mutu minyak sawit dan penekanan bkandungan 3-MCDPE (3-monochloropropane-1,2- diol esters). Di samping itu, delegasi Balitbangtan juga memaparkan capaian pengembangan biodiesel B100.

Menanggapi hal tersebut, Juan Camilo Valencia Gonzalez, Dubes Kolumbia untuk Indonesia, menuturkan “Kami sangat mengapresiasi lompatan Indonesia dalam mengembangkan biodiesel B100”.

Juan pun menekankan komitmen dan ketertarikan Kolumbia untuk melaksanakan kerja sama pada topik-topik yang dibahas tersebut. Lebih jauh ia berharap hasil kerja sama riset nantinya harus dapat diterapkan dan dimanfaatkan di kedua negara dengan memperhatikan kondisi geografisnya. Hal tersebut diamini Darwin Hernando Martinez Botello, Manajer Inovasi Jejaring Riset AGROSAVIA, yang merespon positif atas rencana implementasi kerja sama dimaksud.

“Kami berharap kelompok kerja teknis dari kedua negara dapat segera menyusun proposal bersama untuk implementasinya”, pungkas Darwin. 
 
Di tempat terpisah, Plt. Sekretaris Balitbangtan, Dr. Hardiyanto, berharap implementasi kerja sama ini dapat mengakselerasi kemajuan inovasi dan pembangunan pertanian nasional serta meningkatkan scientific and impact recognition Balitbangtan di kancah internasional. Terlebih lagi kedua negara sama-sama mengedepankan outcome dari hasil-hasil riset pertanian dengan melibatkan stakeholders terkait dalam pengembangannya.

Sumber: Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari