Indonesia Dapatkan Royalti Rp5 Milyar dari Penjualan Benih Sunpatient
berita
Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry bersama President Sakata Seed Corporation, Hiroshi Sakata FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Tokyo— Dalam rangkaian pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientist (MACS), Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry melakukan penandatanganan MoU Kerja sama dengan Sakata Seed Corporation (26/04) dan rencana Joint Developing Program for New Plant Resources dengan Hirata Corporation (27/4/2019).

MoU dengan Sakata Seed Corporation merupakan perpanjangan MoU hingga 5 tahun ke depan, Balitbangtan telah menjalin kerja sama sejak 2008 yaitu mengembangkan tanaman hias pacar air (impatient). Dari hasil kerja sama tersebut telah dihasilkan varietas baru untuk tanaman pacar air yang tahan tekanan panas dan kekeringan kemudian lebih dikenal dengan sebutan sunpatient. 

Tanaman sunpatient telah dipasarkan oleh Sakata Seed Corporation ke seluruh dunia dengan pangsa pasar terbesar adalah Amerika Serikat. Selama 10 tahun kerja sama, Indonesia telah memperoleh manfaat berupa pembayaran royalti senilai Rp5 milyar dari setiap penjualan benih (berupa stek) sunpatient, dan juga manfaat non finansial dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia.

MoU yang ditandatangani memperluas kerja sama baru di sektor hortikultura, tidak hanya untuk tanaman impatient, tetapi juga untuk tanaman hortikultura lainnya.

Dr. Fadjry menyampaikan, di masa depan, kolaborasi dapat diperluas ke sektor lain seperti tanaman pangan dan tanaman perkebunan, dan dengan Unit Kerja lain di bawah Balitbangtan.

Kepala Balitbangtan menyampaikan, Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, dalam pemanfaatan kekayaan sumberdaya genetik tersebut, Indonesia masih kekurangan teknologi.

“Saya berharap bahwa dari kolaborasi ini akan menyediakan transfer teknologi yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk melestarikan dan memanfaatkan sumber daya genetik tanaman. Kehadiran Sakata dengan teknologi breeding yang dikuasai mengisi kebutuhan riset kami," jelas Dr. Fadjry.

President Sakata Seed Corporation, Hiroshi Sakata menyampaikan, Indonesia harus melindungi kekayaan sumberdaya genetik-nya. Indonesia harus memanfaatkan kerja sama dengan pihak asing yang mempunyai komitmen dan kredibilitas yang tinggi agar dapat memperoleh manfaat sebanyak-banyaknya.

Presiden Sakata menawarkan kerja sama untuk dua komoditas sayuran penting di Indonesia yaitu cabe dan bawang merah. Sakata menawarkan kerja sama teknologi gen adding yang dikuasai Sakata.

Teknologi ini mampu menghasilkan benih hibrida dalam kuantitas yang besar. 

Di akhir diskusi, Dr. Fadjry menyampaikan,

“Sakata Seed Corporation adalah salah satu perusahaan benih internasional yang berbasis di Jepang, kami percaya bahwa kolaborasi kami dapat menjadi jendela peluang untuk memasarkan produk Balitbangtan ke pasar internasional.” 

Selain itu Kepala Balitbangtan juga menyampaikan, Kementerian Pertanian menargetkan menjadi Lumbung Pangan Dunia pada 2045 sehingga Sakata dapat mengambil bagian dalam memperkenalkan produk Balitbangtan kepada dunia.

Balitbangtan perlu meningkatkan nilai tambah sumberdaya genetik pertanian di Indonesia, sementara itu Sakata Seed Corporation memiliki teknologi benih yang telah menghasilkan benih hortikultura yang tersebar di seluruh dunia. Hal tersebut diperlukan Badan Litbang untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya genetik pertanian yang ada. 

Terkait dengan rencana kerja sama untuk teknologi produksi benih sayuran, Balitbangtan akan menindaklanjuti hal tersebut dan menunjuk Balai Penelitian Tanaman Sayuran sebagai instansi pelaksana rencana kerja sama pengembangan benih bawang merah hibrida.

Sementara itu, pertemuan dengan Yasuhide Hiraga dari Hirata Corporation menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan penelitian bersama dengan topik pengembangan berkelanjutan sumber daya nabati baru untuk makanan fungsional, kosmetik dan penggunaan toiletry serta farmasi.  

Hiraga menyampaikan bahwa saat ini di Jepang, permintaan penelitian baru untuk makanan fungsional, bisnis kosmetik dan perlengkapan mandi serta industri farmasi meningkat. Selama bertahun-tahun, perusahaan telah berfokus pada bahan dan komoditas dalam negeri yang tersedia di Jepang atau pendekatan sintetis untuk mengembangkan minuman diet, teh khusus dll atau obat baru. Namun, ke depan perlu upaya untuk mencari sumber daya baru, dan berharap dapat bekerjasama dengan Balitbangtan. Kerja sama ini juga diharapkan untuk  melindungi sumber daya genetik dalam menghadapi perubahan iklim.

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan akan melakukan koordinasi internal untuk membahas usulan tersebut

"Terkait pemanfaatan sumber daya genetik dan jika nantinya akan dimanfaatkan secara komersial maka akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan dan kebijakan Nasional serta untuk akses dan benefit sharing sesuai dengan Convention on Biological Diversity (CBD) dan International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture”.

Sumber: Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari