Ini Keistimewaan Petani Desa Antapan Bali hingga Dikunjungan Delegasi 56 Negara
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Bali— Antapan merupakan nama sebuah desa yang terletak di lembah bukit, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pada salah satu sudut desa inilah terdapat sebuah model pertanian ramah lingkungan, yang di bangun Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian, melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali.  

Usaha keras petani sejak 2015 didampingi BPTP Bali kini berbuah manis. Sebuah model pertanian ramah lingkungan yang disebut dengan Model Pertanian Bio Industri kini terlihat wujudnya. Sejauh mata memandang tanaman tampak  indah dan tertata rapi. Di sudut-sudut lahan petani terdapat embung penampung air yang menjadi sumber kehidupan bagi tanaman dan ternak petani. Menurut I Nyoman Adijaya, SP, MP selaku penanggungjawab kegiatan disini menyatakan, jumlah embung yang dibangun telah mencapai 87 unit yang tersebar di lahan petani. 

Tidak diragukan lagi Model Pertanian Bio Industri di Desa Antapan tahun ini 2019 akan dijadikan lokasi Field Trip para Peserta Council Meeting Global Risearch Aliance (GRA) ke-9 yang rencananya dilaksanakan pada 6 Oktober 2019. Sebuah kebanggaan petani setempat mendapat kesempatan mewakili Indonesia menunjukkan yang terbaik kepada dunia. 

Menurut Special Representative GRA, Mr. Hayden Montgomery,  yang dikutif dari media resmi Badan Litbang Pertanian Global Research Alliance (GRA) merupakan organisasi Internasional yang memberi keuntungan bagi negara anggotanya terkait pemanfaatan hasil  penelitian dan saling bekerjasama dalam penelitian. Disebutkan juga saat ini negara-negara yang tergabung GRA sudah mencapai 56 negara. 

Dr. Yiyi Sulaeman panitia  GRA dari Balitbangtan hari Sabtu 6 September 2019, saat kunjungannya ke lokasi field trip mengatakan bahwa Model Pertanian Bio industri  di Tabanan dijadikan lokasi field trip karena dianggap mewakili contoh  sebuah model pertanian yang telah menunjukkan upaya penurunan emisi karbon dengan meningkatkan penyerapan karbon. 

"Dengan mengubah lahan yang tadinya kekeringan dan sulit untuk bercocok tanam menjadi lahan subur yang bisa ditanamami sepanjang tahun sudah termasuk usaha menurunkan emisi karbon" jelasnya. 

Sementara itu kepala BPTP Bali Dr. I Made Rai Yasa ditemui di tempat kerjanya mengatakan dirinya merasa bangga Model Pertanian Bio Industri dijadikan lokasi field trip.  

"Tentunya kami bersama petani akan tunjukkan yang terbaik kepada peserta field trip, ini menyangkut citra positif  pertanian Bali dan Indonesia di mata dunia" ujarnya. 

Dikatakan pula bahwa selain positif dari aspek lingkungan, kegiatan model Pertanian Bio Industri di Desa Antapan telah terbukti secara secara ekonomi telah mampu meningkatkan pendapatan petani sebanyak 152 persen, yaitu dari Rp. 2.057.670,- pada 2015 menjadi Rp 5.190.648,- pada awal 2018. 

I Wayan Widana Kelompok tani Setia Makmur, mengaku sejak dibangunnya Model Pertanian Bio Industri di tempatnya dirinya bersama anggota kelompok lainya selalu mengikuti arahan dari BPTP Bali.

"Dulu kami disini sulit berusaha tani apalagi musim kemarau, dan kini sejak dibina BPTP Bali dan bantuan dari Pemerintah Daerah kami bisa berusaha tani sepanjang tahun. Inovasi-inovasi yang dibawa BPTP Bali pun sudah sangat berkembang dengan baik di sini" jelasnya.  

Lebih lanjut I Wayan Widana  yang sebelumnya adalah seorang pegawai hotel di kawasan Kuta Bali ini juga mengaku bahwa Model pertanian Bio Industri di tempatnya selama ini sering dipakai lokasi field trip. Dari kunjungan-kunjungan itu kami juga mendapatkan tambahan penghasilan dengan memberikan pelayanan serta dari menjual hasil pertanian dari kelompok tani kami" pungkasnya.

Sumber: Putu Sweken/BPTP Bali/Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari