Karang Taruna Surabaya Prihatin pada Pemuda yang Gemar 'Ngelem'
berita
Karang Taruna Surabaya. FOTO: Instagram/@kartarsurabaya
RILIS.ID, Surabaya— Karang Taruna menyatakan, remaja yang punya kebiasaan atau perilaku menyimpang berupa menghirup aroma lem alias "ngelem" di Kota Surabaya, Jawa Timur, perlu diselamatkan.

"Kebanyakan mereka tidak tahu efeknya dan hanya ikut-ikutan teman-teman dekatnya dan ingin bergaya hidup yang kebarat-baratan," kata Ketua Karang Taruna Kota Surabaya M Arifan dilansir dari ANTARA, Jumat (23/11/2018).

Arifin mengungkapkan, pihaknya begitu menyayangkan adanya temuan remaja menghirup aroma lem di Kelurahan Kutisari, Tenggilis, Surabaya pada Minggu (11/11/2018) lalu. Saat itu, petugas Polsek Tenggilis berhasil menciduk 10 anak, dua di antaranya perempuan. Mereka diketahui berumur 10-18 tahun.

Kejadian serupa pun terjadi di Jalan Banyu Urip, Surabaya pada Senin, (19/11/2018). Tim Odong-Odong Satpol Polisi Pamong Praja (PP) Surabaya berhasil menangkap lima anak yang saat itu kedapatan mabuk ketika menghirup lem. Mereka diketahui berumur sekitar 15-16 tahun.

"Kami prihatin dengan kejadian ini. Mungkin saja ngelem ini sudah banyak dilakukan remaja di Kota Surabaya," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Satuan Tugas Kartar Anti Narkotika (Satgas Kartika) yang dimiliki Kartar Surabaya sudah melihat ada pergerakan khususnya remaja dari kalangan ekonomi ke bawah yang melakukan penyalahgunaan narkoba dengan alat atau cara yang murah, yakni menghirup lem.

Arifan mengatakan, beberapa bulan lalu, pihaknya menyampaikan darurat minuman keras (miras) akibat adanya kasus warga Surabaya yang meninggal dunia akibat miras.

"Saat itu, kami sudah mengingatkan bahwa akan ada cara yang lain penyalahgunaan narkoba seperti halnya adanya penemuan obat carisopodrol yang disalahgunakan. Mereka mencari yang murah," jelasnya.

Untuk itu, imbuhnya, pihaknya akan memperkuat lembaga Karang Taruna mulai dari yang paling bawah yaitu RT dan RW sebagai penangkal awal remaja dengan berbagai kegiatan produktif di kampung.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan agar penilaian lomba kebersihan maupun kampung pendidikan yang digelar Pemkot Surabaya memasukkan unsur kepemudaan.

"Kami ingin organisasi kepemudaan menjadi solusi dan bisa menjadi rumahnya anak muda di era millineal," tandasnya.


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari