KBI Teguhkan Ideologi Negara lewat Pelatihan Jubir Pancasila di Jateng
berita
Pelatihan Jubir Pancasila di Semarang, Jawa Tengah. FOTO: Dokumentasi KBI
RILIS.ID, Jakarta— Komunitas Bela Indonesia melanjutkan pelatihan Juru Bicara Pancasila ke Pulau Jawa, tepatnya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/10/2018) kemarin.

Jawa Tengah merupakan provinsi kedelapan, setelah sebelumnya KBI membentuk jaringan dan mengadakan pelatihan yang sama di tujuh provinsi di Indonesia.

Di Jawa Tengah, pelatihan resmi dibuka oleh Anick HT, koordinator KBI sekaligus fasilitator di acara yang diselenggarakan di Hotel Quest itu.

Dalam sambutannya, Anick memperkenalkan Komunitas Bela Indonesia serta yang alasan diadakannya pelatihan Jubir Pancasila di 25 provinsi hingga Desember nanti.

Anick mengatakan, memudarnya kesadaran masyarakat untuk meneguhkan ideologi Pancasila sebagai perekat bangsa membuat banyak pihak prihatin.

Menguatnya sektarianisme dan politisasi agama juga membuktikan bahwa falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sudah mulai tergerus dan cenderung relatif dilupakan, terutama pasca Orde Baru.

"Keresahan tesebut menjadi dasar utama dibentuknya gerakan Komunitas Bela Indonesia dengan mengadakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila di 25 provinsi di Indonesia,” jelas Anick dihubungi di Jakarta (14/10/2018).

Komunitas Bela Indonesia sebagai penyelenggara juga membuat buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim terlebih dahulu.

Buku ini juga bisa menjadi panduan teoretis bagi masyarakat umum untuk memahami Pancasila dalam konteks kekinian yang pro terhadap hak asasi manusia dan sistem demokrasi modern.

Anick mengatakan, pelatihan Juru Bicara Pancasila ini, juga mempertemukan kaum lintas agama dalam satu kemah bersama untuk merekatkan dan menjembatani anak-anak muda serta generasi milenial dengan latar belakang yang beragam, untuk berinteraksi dan memperbincangkan keberagaman.

"Selain penguatan isu kebangsaan, teman-teman juga akan dilatih skill penulisan, berdebat serta manajemen media sosial. Pengelolaan media sosial menjadi poin penting dalam pelatihan ini. Kita akan sama-sama mengampanyekan Pancasila di media sosial,” tambah Anick.

Menurutnya, media sosial sekarang ini dipenuhi dengan banyaknya berita hoaks dan ujaran kebencian sehingga berpengaruh memicu konflik dan sektarianisme, sehingga konten positif yang berorientasi menjaga ideologi kebangsaan juga perlu dikampanyekan seluas-luasnya. 

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari