Kejari Cilegon Akan Dalami Lagi Kasus Pembelian Lahan Pasar Kranggot
berita
FOTO: Istimewa
RILIS.ID, Jakarta— Kasus dugaan jual beli tanah untuk Sub Terminal Pasar Kranggot Cilegon yang sudah bertahun-tahun tak juga tuntas kembali dipersoalkan. Perkara ini muncul karena diduga terjadi penyusutan luas lahan Sub Terminal Pasar Kranggot dari 3.594 meter persegi menjadi 3.162 meter persegi.

Menanggapi kasus yang terkesan dipetieskan ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Ksjari) Cilegon, Andi Mirna Wati mengatakan, pihaknya akan mengecek ulang kasus tersebut.

“Nanti dicek ya, apakah sudah disidangkan atau belum. Kalu ada temuan dan kasus ini memang layak tentu akan kami buka kembali,” ujar Andi Mirna saat dikonfirmasi wartawan, kemarin, Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan pemberitaan yang dirilis kejaksaan.go.id disebutkan, hasil pengukuran ulang lahan Sub Terminal Pasar Kranggot oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Mei lalu telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.  

"Berkas hasil pengukuran tersebut telah kami terima dari kantor BPN, tapi belum bisa ditetapkan tersangkanya,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Dwianto Heneiman, kala itu.

Untuk diketahui, perkara ini ini muncul lantaran diduga terjadi penyusutan luas lahan Sub Terminal Pasar Kranggot dari 3.594 meter persegi menjadi 3.162 meter persegi. Bukti yang diperoleh Kejari Cilegon, lahan seluas 500 meter persegi itu ternyata disewakan selama lima tahun kepada pihak ketiga dengan nilai kontrak Rp25 juta.

Kontrak sewa dilakukan Bagian Perlengkapan Setda Kota Cilegon dan Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).

Lahan seluas 3.594 meter persegi itu dibeli Pemkot Cilegon dari Ratu Ati Marliati dengan harga Rp600 ribu per meter. Kejari Cilegon juga mencium ketidaksesuaian harga tanah yang mengacu harga pasaran di sekitar Pasar Kranggot.

Soal hasil pengukuran ulang luas lahan Sub Terminal Pasar Kranggot, Dwianto tegas menyatakan perlu dirahasiakan guna kepentingan penyidikan. 

"Kami belum dapat menyampaikan berapa luas lahan hasil pengukuran ulang," tandasnya. 


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari