Kondangan ke Bamsoet Tak Langgar Kode Etik, Ini Penjelasan KPK
berita
Salah satu pimpinan KPK, Laode M. Syarif. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan tidak ada kode etik yang dilanggar oleh pimpinan KPK karena telah mendatangi pernikahan anak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo pada pekan silam. Ini mengingat adanya kritik pelanggaran kode etik oleh Pimpinan KPK lantaran memenuhi undangan dari orang yang pernah berstatus sebagai saksi di KPK.

"Ada pihak yang mengkritisi dan saya tanya ke pimpinan bahwa memang benar ada empat dari lima pimpinan yang hadir di pernikahan tersebut. Pimpinan memandang kehadiran itu sebagai memenuhi undangan resepsi yang wajar. Ketika ada resepsi, ada undangan dam pimpinan hadir itu wajar," paparnya, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Febri menegaskan, kedatangan pimpinan KPK tidak ada sama sekali pembahasan tentang kasus. Terlebih dalam acara itu ramai oleh tamu dan juga dihadiri oleh empat orang pimpinan KPK sehingga menurutnya tidak mungkin ada kesempatan untuk membicarakan kasus.

"Pimpinan hadir bersama dengan para tamu lain jadi kami menegaskan tidak ada pembicaraan sama sekali terkait pelaksanaan tugas KPK khususnya terkait penanganan perkara. Konteksnya harus diperhatikan. Kehadiran untuk memenuhi undangan resepsi pernikahan," tegasnya.

Sebelumnya diketahui empat orang pimpinan KPK yaitu Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, Saut Situmorang dan Laode M Syarif datang memenuhi undangan pernikahan putra Bambang Soesatyo. Adapun kemudian polemik muncul lantaran diduga pimpinan telah melanggar pasal 36 UU No. 30 tahun 2002 tentang KPK.

Di sana, disebutkan pimpinan dilarang mengadakan hubungan langsung maupun tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh KPK. 

Editor: Elvi R


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari