KPK: Laporan Gratifikasi Parcel Lebaran Menurun
berita
Ilustrasi parcel lebaran. FOTO: Instagram
RILIS.ID, Jakarta— KPK: Laporan Gratifikasi Parcel Lebaran MenurunLaporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian parcel Lebaran yang diduga sebagai bagian dari gratifikasi di tahun ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Lebaran kali ini pihaknya hanya menerima 11 laporan.

"Tahun 2018 sebanyak 11 laporan, turun sekitar 60 persen," katanya di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Jika dihitung, jumlah parcel yang dilaporkan ke KPK itu senilai Rp4.975.000. 

Febri berujar, jumlah ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu dimana pada tahun 2016 sebanyak 40 laporan parcel lebaran senilai Rp39.375.000 masuk ke KPK. 

"Kemudian di Tahun 2017 sebanyak 28 laporan atau turun sebesar 30 persen atau senilai Rp13.899.000," ungkapnya.

Febri memandang penurunan laporan gratifikasi parcel ini positif. 

Ia menilai, penurunan pelaporan gratifikasi menunjukkan bahwa adanya perbaikan lingkungan sistem pengendalian gratifikasi dan kesadaran untuk menolak gratifikasi yang dilarang sesuai Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

"Ini sejalan dengan pesan kampanye KPK untuk menolak gratifikasi, kecuali dalam kondisi tertentu dan tidak langsung diberikan ke pegawai negeri atau penyelenggara negara, sehingga diberikan kewajiban melaporkan ke KPK dalam waktu 30 hari kerja," ungkapnya.

Ia mengimbau agar penyelenggara negara yang belum melaporkannya pada KPK untuk segera melakukannya dalam waktu 30 hari kerja sejak diterimanya gratifikasi tersebut. 

Ini guna terbebas dari pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

Editor: Kurnia Syahdan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari