M Taufik: Ada yang Mau Menghambat Kemenangan Gerindra dan Prabowo
berita
Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, mengatakan, ada sejumlah pihak yang mencoba untuk menghalang-halangi kemenangan partainya dan juga capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan M Taufik terkait dengan adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan polisi terhadap stafnya yang juga kader Gerindra, Charles Lubis di depan posko pemenangannya, di Jakarta Utara.

Menurut Taufik, tanda-tanda kemenangan Gerindra dan juga Prabowo-Sandi sudah mulai terlihat. Sehingga, ada pihak yang mencoba menghambat kemenangan tersebut. 

"Kita menyakini gerindra mau menang, Pak Prabowo mau menang, jadi begini. Jadi ada pihak yang mau menghambat. Tetapi yakinlah suara langit dan tangan langit sudah ikut campur kalau dia menang tidak ada yang menghambat," katanya saat konferensi pers di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (16/4/2019). 

Sementara itu, tim advokasi Gerindra DKI Jakarta, Yupen Hadi, menyoroti sejumlah hal secara hukum terkait penangkapan terhadap Charles. Pasalnya, Charles ditangkap polisi dengan dugaan pelanggaran pidana pemilu. 

"Penegakan hukum oleh ranah pemilu itu hanya boleh dilakukan Sentra Gakkumdu. Pasal 1 ayat 38 disebut unsur Bawaslu, Polisi dan Kejaksaan," ujar Yupen.

Dia menilai, kepolisian tidak memiliki hak untuk melakukan penangkapan sepanjang urusan pemilu. Untuk itu, dirinya mempertanyakan kapasitas Polresta Jakarta Utara yang melakukan OTT terhadap Charles tersebut. 

"Setiap pelanggaran ada dua metode, temuan dan laporan. Nah dalam hal ini Lubis ditangkap skema OTT, diambil langsung tempatnya. Saat Lubis masih ditahan di Polres Jakut, lepas 1 x 24 jam kami akan pertanyakan Polres Jakut dibebaskan atau ditahan," tegas Yupen. 

"Kalau ditahan, mana surat penahanan? Maka kami akan praperadilan di Jakut, karena ini kader kami. Perlu dipahami apa yang dilakukan staf Pak Taufik adalah kewajiban partai," sambungnya. 

Dia meminta kepolisian juga menangkap partai politik lain apabila memang pemberian uang untuk saksi itu tidak diperbolehkan. Dirinya pun merasa aneh dengan apa yang dilakukan kepolisian terhadap kader Gerindra tersebut. 

"Kenapa Gerindra di-TO? Apakah ini ada pesan-pesan khusus dari polda ke polres, apakah ada maksud menurunkan citra Gerindra, kami pertanyakan sikap kepolisian, ini perlu kami tegaskan. Kepolisian tidak bisa secara sepihak mengambil orang tanpa kemudian memperdulikan Sentra Gakkumdu. Polisi boleh tapi yang tergabung Gakkumdu," tandasnya.

Editor: Elvi R


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari