Ma'ruf: Halal 'Is My Life'
berita
FOTO: Instagram
RILIS.ID, Jogjakarta— Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah yang juga Calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengajak seluruh pihak menjadikan halal bagian dari kehidupan.

"Halal is my life," kata di Jogjakarta, Minggu (14/10/2018) kemarin.

Menurutnya, halal bukan lagi merupakan isu nasional semata, melainkan sudah menjadi isu global.

Sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin juga pernah diundang ke Korea untuk masalah sertifikasi halal.

Selain itu, kata dia, Belanda sebagai negara yang mayoritas penduduknya non-muslim, sudah memiliki pelabuhan halal.

"Jadi halal ini isu global," katanya, mengutip Antara.

Ke depan, Ma'ruf membeberkan, pemerintah Indonesia juga akan membangun pelabuhan halal, agar produk halal tidak bercampur dengan yang tidak halal.

Ma'ruf juga menargetkan 100 persen produk di Indonesia bersertifikat halal.

"Sesudah 2019 halal akan menjadi mandatori karena itu 80 hingga 100 persen akan bersertifikat halal," kata Ma'ruf 

Ia mengakui, saat ini produk yang telah bersertifikat halal di Indonesia masih rendah yakni mencapai 15 hingga 20 persen. 

Untuk menggenjot produk bersertifikat halal itu, menurut dia, setelah 2019 sertifikat halal akan menjadi wajib.

"Alhamdulillah Indonesia sudah punya Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Karena itu halal yang tadinya di Indonesia merupakan kesukarelaan, maka sesudah 2019 ini halal menjadi mandatori, sehingga sertifikat halal menjadi wajib," kata dia.

Oleh sebab itu, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, tambah Ma'ruf Amin, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan dan menyebarluaskan produk halal dibandingkan negara lain.

Namun, katanya, penerapan sistem halal di Indonesia perlu diapresiasi karena sistem halal bukan hanya terpaku pada produk makanan saja, melainkan telah berkembang dengan munculnya fesyen halal.

Ekonomi di Indonesia, tambah dia, juga telah menganut sistem ekonomi ganda yakni ekonomi syariah dan ekonomi konvensional. Mulai dari sistem keuangan, perbankan, asuransi, hingga pasar modal juga menerapkan sistem syariah dan konvensional.

"Bahkan sistem ini sudah ada undang-undangnya, mulai dari UU Perbankan Syariah, UU Surat Berharga Syariah, UU Asuransi Syariah, dan Pasar Modal Syariah," tambah Ma'ruf.


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari