Menhan Optimistis 2026 Indonesia Buat Pesawat Jet Tempur
berita
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. FOTO: RILIS.ID
RILIS.ID, Bandung— Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu optimistis Indonesia mampu membuat pesawat jet tempur sendiri. Namun, pembuatan pesawat tersebut perlu penelitian yang mendalam agar menghindari kecelakaan.

"Insya Allah tahun 2026 harus pasti, harus hati-hati. Jangan sampai sebelum perang jatuh sendiri," ujar Ryamizard di kompleks PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Ia mengakui, saat ini Indonesia belum bisa membuat pesawat jet temput. Namun, lanjutnya, untuk kedepannya Indonesia harus mampu membuat alat utama sistem pertahanan (Alustista) sendiri.  

"Pesawat terbang jet tempur belum bisa kita buat tapi kemudian hari kenapa tidak? Kita harus kuasai semua. Kita negara mampu membuat alustista angkatan darat, udara dan laut," tandasnya.

Sebelumnya, Kemhan menandatangan kontrak pengadaan alat utama sistem persenjataan strategis (alutsista) dengan PT Pindad. Penandatangan kontrak tersebut guna mewujudkan kemandirian industri di bidang pertahanan.

Kontrak tersebut senilai Rp2,1 triliun dan Rp1,4 miliar dolar AS diantaranya kendaraan tempur infanteri (PT Pindad), MKK (PT Pindad), Jatri Infanteri (PT Pindad), kendaraan alat khusus nubika (PT Merpati Wahana Raya), Kendaraan Jihandak (PT Merpati Wahana Raya).

Kapal Selam Elektrik Diesel (PT PAL yang bekerja sama dengan Daewoo), Kapal Motor Commando (PT Megah Perkasa), Kapal AT 8 dan 9 (PT Bandar Abadi), Infrastruktur Simulator Sukhoi (PT LEN), Heli NAS 332C1 (PT LEN dan PT DI), Bom P 250 Live (PT Dahana), Kendaraan Decon Truck (PT Merpati Wahana Raya), Ran Shop Contract Maintenance (PT Prasanda Dumayasa).


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari