Metode Tanam Zig-zag Beri Panen Dua Kali Lipat, Ini Buktinya...
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Ila Liana, seorang istri polisi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan layak diacungi jempol. Ia memanen 140 ton jagung dari lahan 10 hektare dengan metode zig-zag setara 14 ton per hektare. Hasil panennya 2 kali lipat ketimbang petani biasa yang umumnya hanya 6-7 ton per hektare.

Pantas dengan hasil panen jagung pada 2018 itu Ila mampu membeli sebuah Expander.

"Saya juga mengumpulkan hasil panen dari petani sekitar lalu mengirim langsung ke pabrik pakan," kata Ila. 

Ila menanam jagung, hibrida varietas NK 212 dengan metode zig zag. Metode itu membuat tajuk daun jagung mampu menangkap sinar matahari lebih optimal. "Dampaknya proses fotosintesis lebih optimal sehingga hasil per tanaman lebih tinggi," kata Ila.  

Ila menjual hasil panen kebun dan hasil panen petani sekitar menggunakan truk ke perusahaan pakan ternak di Bati-Bati, Kabupaten Tana Laut, dengan harga Rp3.900 per kilogram.

Menurut peneliti Balitbangtan, Dr. Mukhlis, MS,  sukses Ila berkat keterbukaan dirinya terhadap inovasi baru yang berbeda dengan petani sekitar.  

"Bergabung dengan para petani di kelompok atau kontak tani dapat membuka pikiran kita karena akses dari sumber informasi baru lebih lebar," kata Mukhlis.

Salah satu akses yang mudah diperoleh adalah kesempatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas lapangan dan para kontak tani terutama berkaitan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi, jagung dan kedelai (PAJALE). 

"Bimtek juga bertujuan memberikan penyegaran bagi para petugas lapangan supaya lebih bersemangat," kata Mukhlis.   

Sebut saja pada Bimtek pekan ini yang diberikan kepada para penyuluh lapangan (PPL), Mantri Tani, Kelompok Tani (Petani), Kontak Tani dan petugas lainnya di Wilayah Kabupaten Balangan yang dihadiri sekitar 60 peseta.  

Pada acara Bimtek disampaikan 3 materi terkait dengan peningkatan produktivitas tanaman padi dan jagung sesuai dengan kondisi setempat yakni  Bercocok Tanam Padi Gora (Gogo Ranca) oleh Dr. Khairil Anwar, MS bersama timnya;  Bertanam Jagung Sistem Zig Zag oleh Ir. R. Smith Simatupang, MP; dan Pengendalian Penyakit Bulai dan Ulat Grayak pada Budidaya Jagung oleh Dr. Mukhlis, MS dan Dr. Maulia Aries Susanti, SP, M.Sc.

Sumber: R. Smith Simatupang/Balittra/Balitbangtan


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari