Pelajar Bengkulu Ciptakan Rytos, Game Edukasi Budaya Lokal
berita
Pelajar Bengkulu ciptakan aplikasi game Rytos. FOTO: Google Play
RILIS.ID, Bengkulu— Sejumlah pelajar SMK Negeri 1 Kota Bengkulu berhasil menciptakan Rytos, aplikasi permainan digital berbasis ponsel pintar. Uniknya, game tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang keragaman budaya lokal di daerah itu.

"Penciptaan permainan digital bernama Rytos ini bertujuan untuk mengenalkan potensi lokal. Aplikasi bisa diunduh langsung di laman Playstore," kata salah seorang pelajar pembuat game dari SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, Wahfi Udin, di Bengkulu, Kamis (8/11/2018) dikutip dari ANTARA.

Wahfi menuturkan, ide awal pembuatan Rytos dilatarbelakangi atas keprihatinan terkait semakin dilupakannya kebudayaan lokal, khususnya tokoh pahlawan super.

"Ada sembilan tokoh pahlawan super yang masing-masing mewakili tiap sejarah kabupaten di Provinsi Bengkulu, di antaranya Putri Gading Cempaka dan Putri Serindang Bulan," ujarnya.

Untuk mendapatkan kesembilan tokoh pahlawan super itu, pemain harus menyelesaikan kalimat teka-teki. Apabila teka-teki berhasil terjawab hingga level 21, maka seluruh superhero itu akan muncul untuk menjadi karakter utama pemain saat meneruskan tahapan selanjutnya.

"Dengan adanya permainan ini, anak-anak usia 5-20 tahun dapat belajar dan memahami kebudayaan lokal Bengkulu secara lebih menyenangkan," jelasnya.

Sementara itu, Guru Teknik Informatika SMK Negeri 1 Kota Bengkulu Ahmad Azhari mengatakan, para pelajar dibekali pemahaman berbagai software pembuat game sebagai medium penyaluran kreativitas dan imajinasi, seperti enggine Construct 2 serta Cocoon.

"Pelajar yang telah memiliki kemampuan bidang pemrogram dapat menciptakan berbagai aplikasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya aplikasi berhitung dan membaca Al-Quran untuk siswa sekolah dasar," imbuhnya.

Kehadiran pelajar dengan keahlian mumpuni bidang teknologi, sambung Ahmad, juga diharapkan dapat mendorong pengembangan Bengkulu menjadi kota pintar.

Game Rytos sendiri dibuat sembilan pelajar. Untuk mempercepat proses pembuatan game, setiap pelajar punya tugas masing-masing, seperti desain karakter tokoh, musik, hingga pemrograman.

"Pembuatan game sempat mengalami sejumlah kendala, seperti program script yang eror hingga rekomendasi revisi dari Playstore, karena sofware yang kami pakai jadul," terangnya.

Lebih lanjut Ahmad berharap, pemerintah dapat membantu produksi dan pengembangan game yang dilakukan para pelajar di Bengkulu.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari