Pengamat: Pemerintah Perlu Dikawal Oposisi
berita
FOTO: Istimewa
RILIS.ID, Purwokerto— Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq mengatakan oposisi berperan penting sebagai kekuatan penyeimbang dan pengontrol jalannya penyelenggaraan pemerintahan.

"Oposisi memiliki peran yang sangat penting dalam rangka mengawal penyelenggaraan pemerintahan," katanya, Selasa (23/7/2019).

Kendati demikian, kata dia, menjadi oposisi bukan berarti asal beda dengan pemerintah.
"Bukan pula dengan terus mencari-cari cara untuk menjatuhkan pemerintah. Bila kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah benar, pihak oposisi tidak selayaknya mengganjal. Malahan harus mendukung dan mengawal agar kebijakan tersebut dijalankan juga dengan cara yang benar," katanya.

Dia menambahkan, peran oposisi merupakan peran yang terhormat dan juga mulia.

"Penyelenggaraan pemerintahan memerlukan kontrol dari oposisi yang kekuatannya memadai, karena itu, koalisi yang sudah dibangun sebelum pilpres mestinya terus berlanjut pascapilpres. Partai-partai pengusung capres yang kalah jika menjadi oposisi akan memiliki peran yang terhormat dan mulia," katanya.

Sebelumnya, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Edi Santoso juga mengatakan untuk menjalankan peran dengan baik maka narasi oposisi yang nantinya berkembang harus fokus pada program-program pemerintah.

"Narasi oposisi yang berkembang nanti harus substansial pada program-program pemerintah, bukan semangat permusuhan berlabel identitas primordial," katanya.

Dengan demikian, kata dia, perdebatan yang nantinya berkembang juga akan fokus pada isu-isu terkait program yang sedang atau akan berjalan.

"Perdebatan yang berkembang nantinya diharapkan fokus pada seputaran program, bukan pada rasa suka dan tidak suka pada orang atau kelompok," katanya.

Sumber: ANTARA


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari