Pengamat: Reuni 212 Itu Aktivitas Politik Bukan Agama
berita
Pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto
RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menilai, rencana reuni pelaksanaan aksi 212 merupakan aktivitas politik. Menurutnya, aksi tersebut memang dibuat untuk kepentingan politik bukan mengatasnamakan agama.

"Aksi 212 adalah aktivitas politik bukan aktivitas keagamaan," ujar Arif di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Meski demikian, menurutnya, aksi 212  di tahun 2106 lalu  akan bisa terulang kembali. Bahkan, kata dia, hal tersebut justru merugikan semua pihak baik kubu Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo-Sandi dengan menggunakan politik identitas.

"Ada dua faktor, ada upaya sengaja untuk gejala politk keulang kembali. Kedua blunder politik itu peluangnya terbuka. Ini semacam jebakan politik pada siapapun karena tidak ada yang diuntungkan politk identitas," jelasnya.

"Jadi politik identitas itu kerugian semua pihak dan menguntungkan jangka pendek," tambahnya. 

Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif mengatakan, reuni aksi 212 tidak jauh berbeda dengan aksi pada 2016 lalu. Dia menyebut sudah ada beberapa peserta aksi yang menyewa gerbong kereta dan memesan tiket pesawat.

"Sedang dipertimbangkan, didiskusikan, dimusyawarahkan dengan panitia. Tidak beda jauh dengan 212 tahun 2016 dari berbagai provinsi sudah siap. Sudah ada yang sewa beberapa gerbong kereta. Sudah beli tiket pesawat, insyaallah kita silaturahim lagi, kita akan tausiah, zikir, sekaligus memperingati Maulid Nabi di hari Ahad, bulan Desember tanggal 2," kata Slamet dilansir detik.com.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari