Penurunan PPh Badan Bakal Stimulasi Investasi?
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman
RILIS.ID, Jakarta— Rencana penurunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang akan dilakukan pemerintah diprediksi bakal meningkatkan investasi dalam negeri. Dalam lingkup luas rencana itu digawang-gawang bakal meningkatkan perekonomian. Menanggapi hal itu pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra P. G. Talattov mengatakan, tidak ada jaminan peningkatan investasi dan ekspor terkait pemangkasan PPh Badan tersebut.

Menurutnya, PPh yang saat ini ada di Indonesia, yakni 25 persen cukup moderat. Berbagai negara lain justru menerapkan pajak lebih tinggi. Contohnya, India, Filipina, Kepang menerapkan PPh Badan 30 persen, Amerika 27 persen, sedangkan Cina, Korea serta Myanmar 25 persen.

"Tidak banyak negara yang memakai PPh Badan di bawah 20 persen. Seperti Singapura 17 persen, Vietnam dan Kamboja 20 persen. Namun, dengan PPh Badan 25 persen perkembangan investasi Indonesia masih baik sejak lima tahun terakhir justru naik 93 pesen. Sedangkan Singapura yang mematok PPh kecil pertumbuhannya hanya 2,6 persen dalam kurun waktu yang sama," rilis.id, di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Abra menjelaskan, ada banyak cara untuk menarik minat investasi di Indonesia. Penurunan PPH Badan bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan pemerintah. Justru, ada empat faktor utama yang harus dibenahi pemerintah untuk meningkatkan nilai investasi dalam negeri.

1. Korupsi
Korupsi merupakan momok bagi pemegang modal. Tingginya angka korupsi membuat investor enggan datang.

2. Inkonsistensi Kebijakan
Kebijakan yang konsisten dalam jangka waktu panjang membuat investor melirik suatu negara. Sehingga, para investor mampu mengikuti alur kebijakan dan menyesuaikan dengan kebutuhannya.

3. Infrastruktur
Tidak dipungkiri infrastruktur menjadi salah satu hal yang penting dalam menarik investasi. Dengan infrastruktur lengkap dan terawat maka investor akan berdatang, sehingga ongkos logistik akan terpangkas.

4. Birokrasi 
Kemudahan dan waktu perizinan harus dibenahi untuk menarik investor. Selama ini, birokrasi masih menjadi hambatan, meski pemerintah pusat sudah memberikan aturan terkait kemudahan perizinan.

"Sebetulnya, empat hal utama itu harus dibenahi dulu supaya investor tidak malas ke sini. Bukan pajak," pungkas Abra.


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari