Politisi PDIP Saksi Kunci Kasus Suap Bakamla Masih Raib
berita
Ilustrasi PDIP. FOTO: RILIS.ID/Dendi Supratman
RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap politikus PDIP Ali Fahmi Habsyi yang diduga merupakan saksi kunci dari kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Pasalnya, hingga detik ini, Ali Fahmi belum diketahui keberadaannya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, Ali Fahmi juga kerap tak memenuhi panggilan penyidik KPK. Diketahui beberapa kali penyidik mencoba melakukan pemanggilan kepadanya sebagai saksi.

Ali Fahmi dalam kasus ini dikabarkan menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya (Purn) Arie Sudewo. 

"Ali Fahmi memang belum ditemukan sampai dengan saat ini, proses pencarian, pengecekan alamat, pengiriman surat itu sudah dilakukan, tapi belum kami temukan sampai saat ini," kata Febri Diansyah, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Kendati demikian, kader PDIP itu belum juga ditetapkan sebagai buron. Pasalnya, KPK tidak bisa menetapkan seseorang yang masih berstatus saksi untuk masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Tentu belum bisa diletakkan pada status DPO karena statusnya masih sebagai saksi," ujarnya. 

Diketahui merunut pada fakta persidangan, terdakwa kasus suap Bakamla, Fayakhun Andriadi mengaku mulanya dikenalkan dengan Ali Fahmi oleh mantan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin.

Dalam perkenalan itu, melalui Fayakhun, Ali Fahmi kemudian juga menawarkan diri ke Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah untuk membantu meloloskan anggaran dan menjamin perusahaannya mendapat proyek di Bakamla.

Atas jasanya membantu mengurus anggaran Ali Fahmi diduga mendapat uang sejumlah Rp24 miliar dari Fahmi. 

Dalam persidangan sebelumnya, Ali Fahmi disebut oleh Fayakhun mengenalkan dirinya kepada tiga orang yang diklaim sebagai keluarga Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta sekitar 2016. Namun, Fayakhun mengaku lupa nama ketiga orang itu. 

"Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di persidangan.

 

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari