Ribuan Orang di Tangsel Tak Bisa Nyoblos, Termasuk Pedagang Raket Ini
berita
Warseno terancam tak bisa nyoblos di Pemilu 2019. FOTO: RILIS.ID/Doni Marhendro
RILIS.ID, Tangerang Selatan— Ribuan orang yang sudah memiliki hak pilih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam tidak bisa menggunakan suaranya di Pemilu 2019. Salah satunya Warseno (55), pedagang raket keliling asal Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Padahal, Warseno mengaku telah tinggal selama lima tahun di Serpong. Namun, Kartu Tanda Penduduk atau KTP-nya masih di daerah asal alias belum dicabut.

“Saya baru kali ini tidak bisa ikut nyoblos, saya sudah dari dulu ikut pesta demokrasi sejak era Soeharto. Sedih sekali pemilu kali ini saya tidak bisa nyoblos karena belum cabut hak pilih dari daerah asal," kata Warseno kepada Rilis.id di Kantor KPU Tangsel, Senin (15/4/2019).

Dia juga mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar bisa ikut mencoblos pada 17 April nanti. Namun, KPU Tangsel bersikukuh tidak bisa mengakomodir hak pilihnya.

“Saya datang ke KPU mau minta solusi, tapi tidak bisa juga karena waktunya mendaftar formulir A5 (surat pemindahan tempat pemungutan suara) sudah habis pada tanggal 10 April kemarin," ungkapnya.

Komisioner KPU Tangsel Ajat Sudrajat menjelaskan untuk pengurusan formulir A5 sudah berakhir pada Rabu (10/4/2019).

“Kita menjalankan sesuai aturan, dan sebenarnya bagi warga pendatang sudah diberi waktu mengurus formulir A5 sampai batas akhir tanggal 10 April kemarin. Tadi banyak warga yang datang mau minta info, apakah bisa mencoblos hanya menggunakan KTP-el. Kita tolak karena tidak sesuai dengan KTP Tangsel, seharusnya mereka yang ber-KTP daerah lain bisa mencoblos di daerahnya masing-masing," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan mengatakan ada sekitar tiga ribu warga yang tidak bisa rekam KTP-el. Ini karena sulit terdeteksi tempat tinggalnya.

“Ada sekitar tiga ribu warga yang tidak rekam KTP-el, karena sulit terdeteksi. Mungkin warga tersebut bisa saja mutasi tanpa melapor ke Disdukcapil. Atau mungkin sudah rekam di domisili barunya, tapi belum melapor juga," ujarnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari