Soal Pilkada, Pengamat: Eks Koruptor Jangan Tonjolkan Uang
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID
RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, mengatakan kecenderungan yang terjadi pada bekas koruptor saat mereka maju di suatu Pilkada. Menurut dia, para bekas koruptor itu bukan menonjolkan ide gagasan tapi kekuatan logistik atau uang mereka.

"Biasanya bekas narapidana yang dilibatkan dalam proses politik baik Pileg maupun Pilkada adalah mereka dengan basis keuangan kuat, biasanya bukan ide gagasan yang ditonjolkan tapi kekuatan mobilisasi dengan uang itu," kata dia di Jakarta, Senin (25/11/2109).

Indonesia menurut dia memiliki 270 juta penduduk, namun seakan-akan mencari satu figur saja untuk diusung jadi kepala daerah begitu sulit, sampai-sampai partai politik mengusung bekas koruptor.

Seharusnya, lanjut dia, tidak sulit untuk menemukan figur-figur kepala daerah karena banyak tokoh yang memiliki kualitas dan kompetensi.

"Ini yang saya bilang paradoks dalam demokrasi kita, demokrasi berkembang pesat partai tumbuh gairah orang berpartisipasi juga besar, tapi saat bersamaan isu tentang narapidana ini tidak pernah diseriusi," katanya.

Daripada mengevaluasi sistem penyelenggaraan Pilkada dari langsung menjadi tidak langsung, akan lebih baik menurut dia mengevaluasi sistem perekrutan calon kepala daerah oleh parpol.

"Evaluasi rekrutmen dan kaderisasi di internal parpol, sehingga calon-calon yang mereka usung dalam Pilkada itu adalah yang betul-betul kredibel, berintegritas, kompeten dan tidak pernah punya cacat, seperti korupsi," ujarnya.

Pada era demokrasi sekarang ini menurut dia berada di rezim partai politik, karena semua ditentukan oleh sikap parpol. 

Sumber: ANTARA


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral



Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari