Tak Lolos 'Parliamentary Threshold', Ini Strategi Baru Hanura
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID
RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan partainya akan mulai dari nol untuk fokus pada pemenangan Pemilu 2024, dengan mengusung slogan baru yakni from zero to hero.

Hal itu disampaikan OSO dalam pidato pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Hanura.

"Untuk menyongsong kemenangan Partai Hanura pada Pemilu 2024, kita harus bergerak from zero to hero. Kita mulai dari nol, kita mulai dari awal, kita mulai dari kelahiran yang baru dengan mengharapkan tanpa ada gangguan-gangguan lagi dari manapun berada," kata OSO, Kamis (21/11/2019).

OSO mengatakan Pemilu 2019 telah berlalu dan pada waktu itu, kata dia, banyak sekali gangguan yang dihadapi Hanura baik gangguan internal maupun eksternal, secara sistemik.

Namun demikian dia mengatakan, seluruh kader Hanura harus bersyukur karena berkat militansi kader-kader yang loyal dan tidak terpengaruh bujuk rayu para penghianat partai, Hanura masih bisa lolos sebagai peserta Pemilu 2019.

Selain itu dia menekankan, Hanura juga masih bisa meloloskan 804 kader sebagai anggota DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.

"Namun demikian dalam panggung politik nasional, sudah sama-sama kita ketahui, kita tidak lolos parliamentary threshold. Kenyataan pahit ini jangan membuat kita putus asa, karena lima tahun tidak lama," tegas OSO.

Dia mengajak seluruh kader menyosialisasikan slogan baru from zero to hero untuk membangun semangat perjuangan yang tinggi dalam menyambut kemenangan Hanura untuk Pemilu 2024.

"Oleh karena itu untuk menyambut kemenangan 2024 kita berjuang dari nol, dari nol, dari nol, dari nol, dari nol, untuk menjadi pahlawan kemenangan yang akan datang. From zero to hero," tegas dia.

Terkait penyelenggaraan Rapimnas, OSO meminta seluruh peserta membahas berbagai hal strategis, termasuk penyelenggaraan Munas III Hanura, serta tindaklanjut keputusan Rapimda yang telah dilaksanakan 34 DPD Hanura seluruh Indonesia hingga membahas slogan baru partai.

"Bangun budaya politik kontekstual, dalam melaksanakan manajemen partai modern berbasis 5S yakni strategy, structure, skill, system serta speed and target," jelas dia.

Sumber: ANTARA


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari