Tangsel Kota Layak Anak Disebut Pencitraan, Wawali Tak Terima
Yudhie Haryono
29 April 2019, 21:20 WIB
Pengamat ekonomi politik, bekerja sebagai Dosen dan Direktur Eksekutif Nusantara Center
berita
Sekumpulan anak-anak di Tangsel saat mencari uang di toko modern di Kawasan Ciater, Serpong, Tangsel. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Doni M
Tangerang Selatan (Tangsel) tiga kali memperoleh penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Terakhir, pada 2018 dengan kategori madya.

Namun pengamat publik Universitas Pamulang (Unpam), Suhendar, menganggap penghargaan itu baru pencitraan. Sebab, baru sebatas kulit tanpa isi.

”Standar bagi kementerian untuk memberikan penghargaan KLA itu dari ada-tidaknya perda perlindungan anak. Sementara, Tansel belum punya,” paparnya, Senin (29/4/2019).

Namun, Wakil Wali Kota (Wawali) Tangsel, Benyamin Davnie, langsung menampik tudingan itu.

Menurut dia, penghargaan KLA yang diperoleh Tangsel sudah dikuatkan peraturan wali kota (perwali).

"Kok pencitraan sih? Itu program dari Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," tandas Benyamin di salah satu Rumah Makan di Kawasan Viktor, Serpong, Tangsel.

Dalam penegakannya, Benyamin Davnie berujar, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan pihak kepolisian. Khususnya, ketika terjadi tindak pidana pada anak. (*)

Editor: gueade


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top KOLOM





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari