Tour Sepeda Lintas Batas Negara Digelar Desember
berita
Tour Sepeda Lintas Batas Negara
RILIS.ID, Jakarta— Bersepeda di Jantung Borneo III akan segera digelar. Kegiatan yang merupakan Tour sepeda lintas batas negara ini rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2019.

Roni Wang, Ketua Panitia Bersepeda di Jantung Borneo mengatakan, kegiatan bersepeda di jantung borneo merupakan wadah bagi antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepeda di Indonesia dan Dunia, sekaligus salah satu wadah baru untuk  menemukan  bakat-bakat  baru yang dimiliki  Indonesia dalam Olahraga  Sepeda. 

Dikatakan Roni, seperti kegiatan sebelumnya, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari event Bersepeda di Jantung Borneo I yang juga bagian dari Festival Danau Sentarum.

Bersepeda di Jantung Borneo I digelar pada bulan Oktober tahun 2017 lalu, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, dan hanya di lakukan di wilayah Kalimantan Barat, Indonesia. 

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Indonesia dengan jumlah total ±90 orang menempuh jarak ±65 km. 

Pada kegiatan ini, rute perjalanan berawal di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau merupakan jalan antar-negara (Indonesia-Sarawak/Malaysia) dan berakhir di Bukit Kedungkang (Lanjak), Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Selanjutnya pada tahun bulan Oktober 2018 yang juga dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, bersepeda di Jantung Borneo II cakupan wilayah diperluas sampai ke Malaysia. Dengan peningkatan peserta hampir 50% sekira ± 137 orang, peserta bersepeda sejauh 141,69 km. 

Garis awal dilaksanakan di Sri Aman, Malaysia, dan berakhir di Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu. Pada kegiatan kedua ini, dukungan penuh diberikan oleh Pemerintah Malaysia, baik dari sisi promosi maupun keamanan. 

Pada kegiatan Bersepeda di Jantung Borneo III, rute akan diperpanjang dan memakan waktu 3 (tiga) hari pelaksanaan yaitu dari tanggal 5 – 7 Desember 2019, diluar perjalanan dari dan kembali ke daerah masing-masing. 

Rute yang akan ditempuh yaitu Etape I bermula dari Kantor Bupati Kapuas Hulu,Putussibau menuju ke PLBN (Pos Lintas Batas Negara)Badau. 

Di etape I ini peserta akan menempuh jarak ± 165 km. Para peserta akan berhenti untuk singgah di Rumah Betang, Sungai Utik  untuk menikmati sajian makan siang dan menikmati kebudayaan Suku Dayak dengan sajian Ritual Adat Penyambutan Tamu, tarian Dayak dan juga makanan dan minuman khas Suku Dayak. 

Setelah itu, peserta akan langsung meneruskan perjalanan menuju PLBN Badau untuk kemudian beristirahat dan bermalam di Badau. 

Keesokan harinya, peserta akan melanjutkan etape II dengan rute PLBN Badau menuju Spaoh sejauh ± 90,3km. Spaoh adalah sebuah kota kecil di Sarawak, Malaysia. Di Spaoh peserta akan disambut oleh Spaoh Cycling Club di Gedung Dewan Serbaguna Spaoh. 

Peserta akan dihibur oleh kesenian khas Spaoh dan menikmati makan malam dan kemudian setelah itu para Peserta akan bermalam di Spaoh. 

Etape III atau etape terakhir akan menempuh rute sejauh 214 km yang dimulai dari Spaoh menuju garis Finish di Kuching Waterfront, Kota Kuching, Sarawak-Malaysia dengan target peserta mancanegara sejumlah 300 Peserta. 

“Secara menyeluruh, seperti Bersepeda dijantung Borneo III, Peserta tidak hanya berpetualang menikmati keindahan dan kekayaan alam di Jantung Borneo, tetapi juga kesempatan untuk memahami kearifan dan budaya lokal,” kata Roni.

Kegiatan ini didukung penuh oleh WWF Indonesia selama 3 tahun berturut-turut dikarenakan selain untuk mendukung Visit the Heart of Borneo, juga untuk  mempromosikan olahraga bersepeda, mengkampanyekan budaya hidup hemat energi, sekaligus mempromosikan potensi wisata, terutama di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebagai salah satu prioritas tujuan wisata di Jantung Borneo. 

“Kegiatan ini akan menanamkan konsep Good Event yang diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada awal tahun 2018,” kata Hermas Rintik Maring Koordinator WWF Indonesia Hulu Kapuas Landscape.

Dikatakan Hermas, harapan dimasa mendatang Bersepeda di Jantung Borneo akan berlanjut hingga ke Brunei Darrusalam dan tentunya akan menjadi kalender tahunan yang memiliki standar tinggi dalam terus memperkenalkan Borneo sebagai Jantung dan Paru-paru Dunia.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mendukung penuh kegiatan Bersepeda di Jantung Borneo III. Selain menjadi event tahunan, kegiatan ini merupakan cara untuk memperkenalkan Kapuas Hulu sebagai Jantungnya Kalimantan ke dunia.

“Pemda Kapuas Hulu tentu akan mendukung penuh kegiatan ini. Karena dengan kegiatan ini, kita bisa memperkenalkan budaya, keindahan alam Kapuas Hulu ke kancah dunia,” tutup Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir.


Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Muda





Terkini



Dapatkan berita terkini setiap hari